Mengelana Dalam Kelam

Menerabas kelam,

aku tetap tak temukan cahaya.
berputar-putar kala dunia masih gelap,
dan dedaunan masih nyenyak terlelap.
aku, kala bulan tak tampak, menggeliat parah.
tak mau pasrah, tapi terus-terusan menyerah..,

saat matahari meninggi,
aral telah siap menerjangku.
aku terhengkang tak terhormat.
senyum ramah, percuma...
tampang marah, semakin terlihat bersalah..
kelam terasa enggan menerimaku,
sedangkan siang bersiap meninggalkanku.

Aku terlamun dalam tenunan keperihan.
menyiasati agar sinar bulan dapat tergenggam.
tapi, setiap siasat itu dapat,
aku semakin merasa terkhianat.
terkhianat oleh aku yang terlalu dungu.
dungu dalam congkak iblis!!!

aku kembali,
mengeja puing-puing hari yang menuju senja.
meringkuk bersama kembang pukul empat yang terhormat.
dipeluk dedaunan tua yang gugur bersama perih asa yang tak bernada.

{ 0 comments... Skip ke Kotak Komentar }

 

Blogger news

Blogroll

About

holong © 2012 | Template By Jasriman Sukri